Jumat, 19 November 2021

Peran Fuel Filter

Bukan rahasia umum lagi jika kualitas bensin di Indonesia hingga saat ini masih tergolong buruk. Bagaimana tidak? Komposisi bensin saat sampai ditangan konsumen telah berubah akibat perlakuan buruk yang diterima bensin selama proses distribusi berlangsung, mulai dari kapal tanker, back loading terminal, transportasi darat, depo, hingga SPBU.

Selain penurunan kualitas bensin (sifat fisika, kimia & homogenitas), terlalu seringnya bensin berpindah penampungan juga berdampak pada tercemarnya bensin oleh kotoran dari tangki penyimpanan di depo, truck tangki, atau SPBU yang kondisinya jarang dibersihkan, serta lazimnya penggunaan truck tangki untuk mengangkut berbagai jenis bbm semakin menampakkan kondisi kualitas bensin yang sangat memprihatinkan. Ironisnya lagi, bensin yang terkontaminasi kotoran tidak hanya datang dari saat pengisian bbm, namun juga terbentuk dari proses kondensasi yang terjadi di dalam tangki kendaraan itu sendiri.

Satu hal yang kerap diabaikan pengguna motor tempel atau outboard motors (obm) adalah membiarkan bensin tersimpan di tangki kapal/speedboat selama berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan, terlebih jika volume bensin yang tersimpan tidak sampai seperempat atau kosong. Kondisi seperti ini akan meningkatkan efek kondensasi atau pengembunan udara yang ada ditangki. Udara di dalam tangki yang semula panas akan terkondensasi secara alami ketika kelembaban udara di tangki meningkat (dingin). Proses transisi udara dari panas menjadi dingin akan bereaksi membentuk embun yang menjadi air dan akan mengendap di dasar tangki. 

Pada saat itulah akan terjadi oksidasi atau zat baru berupa kotoran atau endapan (semacam pernis) yang semula sedikit, namun lama kelamaan akan mengental dan berpotensi menyumbat bahkan merusak mekanisme sistem penyaluran bahan bakar atau fuel sistem di mesin (spt. Fuel pump, Injector dll). Meski sepintas terlihat tak berbahaya, namun tangki bahan bakar dapat dikategorikan sebagai sumber dari segala masalah di mesin injeksi (EFI). 

Dari gambaran diatas terlihat bahwa proses kontaminasi sudah terjadi pada saat bahan bakar bensin dibuat dan didistribusikan, bahkan ketika bensin dituang kedalam tangki kendaraan proses degradasi bensin tetap berjalan dengan adanya proses kondensasi dimana air akan menimbulkan oksidasi dan tumbuhnya mikroorganisme penyebab kotoran. Hal Ini mengindikasikan begitu vitalnya proses penyaringan bahan bakar oleh fuel filter yang ada di mesin. Selain untuk memaksimalkan kejernihan bahan bakar, penyaringan juga berfungsi meningkatkan performance pembakaran untuk kerja mesin yang lebih baik. Tidak hanya itu, fuel filter juga dituntut untuk mampu menahan tekanan aliran fluida bahan bakar, mampu menerima gesekan partikel kotoran bahan bakar, mampu menahan abrasi dari torbulensi cairan bahan bakar, serta mampu memisahkan kotoran dan air dari bahan bakar agar tidak ikut masuk dan menyumbat sistem penyaluran bahan bakar.

Kendati peran fuel filter bagi kinerja mesin sangat besar namun perlu diingat bahwa fuel filter juga memiliki usia pakai. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penggantian fuel filter secara berkala mutlak dilakukan agar terhindar dari resiko kerusakan yang timbul ketika fuel filter tidak bekerja dengan baik (rusak).

Resiko kerusakan yang ditimbulkan jika material kotoran tidak tersaring dan masuk ke sistem bahan bakar :


FueL Pump Jebol

Terhambatnya aliran bahan bakar (bensin) lantaran pori-pori di fuel filter tertutup rapat oleh kotoran mengakibatkan bensin sulit dipompa oleh fuel pump. Karena suplai bensin kecil atau bensin yang masuk ke dalam fuel pump sedikit membuat bagian yang bekerja di dalam fuel pump menjadi cepat panas dan lama kelamaan akan jebol atau rusak.

Regulator Fuel Pressure Mengalami Kerusakan

Disebabkan karena valve-nya terganjal kotoran sehingga tidak menutup rapat, atau bisa juga karena pegas valve-nya mengalami karat atau korosi oleh aliran bensin yang terkontaminasi air. Efek dari karat membuat konstanta pegas valve menurun (lemah) sehingga valve tidak mampu menahan tekanan bensin dari fuel pump menuju injektor. Tekanan bensin yang rendah atau di bawah standar tidak akan mampu mengabutkan bensin ke ruang bakar. Akibatnya konsumsi bahan bakar menjadi boros, mesin akan susah hidup, dan jika dipaksakan mesin tidak stabil di rpm tertentu.

Kerusakan Pada Injektor

Penyebab utama gagalnya fungsi injektor dipengaruhi oleh kualitas bahan bakar dan tingkat kebersihannya. Penggunaan bensin dengan kualitas yang buruk akan meninggalkan residu atau kerak karbon disekeliling lubang dan jarum injektor oleh additive bensin yang tidak terbakar saat mesin dimatikan atau setelah mesin dingin. Pada awalnya residu atau kerak karbon yang ditinggalkan memang sedikit, namun bila terjadi terus menerus dan berlangsung dalam waktu lama akan membentuk gumpalan yang menyumbat lubang injektor.
Kinerja dan fungsi injektor juga dipengaruhi oleh tingkat kebersihan bensin. Umumnya kegagalan sering terjadi akibat dari filter bensin yang jarang dibersihkan atau sudah lama tidak diganti. Partikel atau material kotoran yang disebabkan erosi atau korosi pada tangki bahan bakar (efek kondensasi), pipa/slang aliran bahan bakar, erosi pada filter bensin (lama tidak diganti) serta fuel rail, akan menumpuk dan menyumbat filter injektor.
Terhambatnya aliran bensin oleh residu ataupun kotoran akan mempengaruhi pola/bentuk penyemprotan injektor dan dipastikan akan menggangu kualitas pengabutan bensin di ruang bakar. Kinerja mesin pun akan sangat buruk karena tidak menerima pasokan bensin yang semestinya. Kondisi ini juga memungkinkan terjadinya overheating atau panas yang berlebihan pada mesin dan berakibat mesin jebol atau rusak parah karena injektor akan selalu memberikan perbandingan campuran yang kurus. Selain itu, aliran bensin yang sekaligus berguna untuk mendinginkan atau melumasi injektor gagal melakukan fungsinya karena tidak mengalir dengan lancar. Akibatnya, kumparan dalam injektor selalu mengalami panas dan lama kelamaan injektor mengalami kerusakan.

Keausan Pada Komponen Mesin

Kandungan air atau kotoran yang ada di bahan bakar bisa mengakibatkan karat pada dinding-dinding cylinder block. Bila ini terjadi, akan memicu kebocoran pada ruang bakar. Selain itu, karat atau kotoran bahan bakar dapat masuk dan bercampur dengan oli lewat sela-sela ring seher. Efeknya oli mesin akan cepat kotor dan tentunya akan mengganggu sistem pelumasan di mesin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar