Senin, 22 November 2021

Akibat Melepas Thermostat


Tulisan ini terinspirasi ketika salah satu customer kami melepas thermostat outboard motor suzuki barunya dengan alasan mesin akan mengalami overheating atau panas berlebih jika thermostatnya tidak dilepas, bahkan pada kesempatan yang sama ada yang berpendapat bahwa penggunaan thermostat ditujukan untuk mesin yang beroperasi di iklim dingin, sehingga tidak cocok digunakan di negara yang beriklim tropis (cukup panas) seperti di Indonesia 😢😢😢

Pada dasarnya, efisiensi serta efektifitas kinerja outboard motors (motor tempel) terjadi pada suhu yang relatif cukup tinggi, yakni diantara 70 - 80 derajat celcius, dimana proses pembakaran campuran udara & bbm yang berlangsung pada suhu tersebut mendekati sempurna. Untuk alasan itulah peran thermostat menjadi sangat penting sebagai pengatur suhu agar mesin segera mencapai suhu kerjanya sekaligus menjaganya agar tetap konstan (stabil).

Outboard motors umumnya berpendingin air (water cooling system) dengan menggunakan thermostat sebagai pengatur suhu mesinnya. 
Thermostat bertugas sebagai katup/keran yang menutup dan membuka sirkulasi aliran air pendingin dari dalam mesin. Pada kondisi mesin dibawah suhu kerjanya (<70°C), katup thermostat menutup sehingga aliran air pendingin ditahan agar air hanya akan berputar putar di blok mesin. Tujuannya untuk menyerap panas blok mesin sekaligus mengatur suhu mesin agar dapat segera mencapai suhu kerjanya. Saat suhu mesin melebihi suhu kerjanya (>80°C), katup thermostat akan membuka secara otomatis untuk mengeluarkan air yang panas dan menjaga agar suhu mesin tidak melebihi suhu kerjanya.
Dan selanjutnya, ketika suhu mesin kembali dibawah suhu kerjanya, katup thermostat akan kembali menutup, begitu seterusnya tugas dari thermostat dalam menjaga suhu kerja mesin agar tetap normal. Jadi anggapan bahwa melepas thermostat akan mencegah masalah overheating atau masalah mesin yang selalu dalam kondisi panas, tidaklah tepat, sebab thermostat akan langsung bereaksi secara otomatis ketika suhu air melebihi suhu kerja ideal mesinnya.

Mengingat begitu vitalnya fungsi thermostat tersebut, maka sangat dianjurkan untuk tidak melepasnya karena akan berdampak negatif pada kinerja outboard motors itu sendiri. Outboard motor yang thermostatnya dilepas membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu kerja mesinnya, bahkan tidak akan pernah mencapai suhu kerja yang ideal sebab tidak ada lagi yang mengatur sirkulasi serta suhu air pendingin mesinnya. Alhasil pada saat mesin dalam kondisi dingin, air pendingin yang disalurkan water pump tetap bersirkulasi namun air tidak ditahan untuk menyerap panas di blok mesin hingga mencapai suhu yang ideal, melainkan air pendingin hanya melalui blok mesin begitu saja dan terbuang percuma. Efek dari kondisi ini membuat mesin selalu bekerja di bawah suhu yang ideal (dingin) dan berdampak pada komponen mesin yang rentan mengalami kerusakan, detonasi, polusi, tenaga mesin berkurang dan boros bahan bakar.


Efek yang tidak kalah besarnya dialami oleh outboard motor berteknologi injeksi, tidak adanya thermostat akan mempengaruhi kerja ECU (Electronik Control Unit). Sirkulasi air pendingin yang terus berjalan baik ketika suhu mesin panas maupun sebaliknya, menjadikan data besaran suhu yang terdeteksi dan dikirim oleh sensor temperatur ke ECU menjadi tidak akurat sehingga ECU akan memberikan intruksi yang keliru dalam mengatur debit bahan bakar yang akan disemprotkan injector. Jika kondisi ini dibiarkan terus terjadi maka dipastikan konsumsi bbm mesin tidak ekonomis lagi (boros bbm).


Selain melepas thermostat, tindakan mengganti thermostat dengan suhu yang jauh lebih rendah dari standarnya juga tidak dianjurkan karena akan memaksa mesin bekerja dibawah suhu kerja idealnya. Namun Jika tetap dipaksakan untuk menggunakan atau mengganti thermostat bersuhu lebih rendah dari standarnya, usahakan tidak lebih dari 5°C perbedaan suhunya.


Harus diakui bahwa tidak sedikit dari pemilik, atau bahkan tekhnisi outboard motor yang langsung mengaitkan thermostat sebagai penyebabnya ketika kasus overheating terjadi. Padahal masih ada komponen sistem pendingin lainnya yang juga perlu mendapat perhatian khusus agar terhindar dari masalah overheating mesin, diantaranya :

📌 Periksa dan bersihkan selalu filter water inlet (lubang pemasukan air) dibagian bawah mesin, agar tidak tersumbat dan terbebas dari teritip, lumut, atau benda asing lainnya.
📌 Rutin melakukan flushing setiap kali outboard motor selesai digunakan. 
📌 Periksa dan ganti komponen water pump (pompa air) apabila terdetesi kebocoran atau aliran air yang lemah, serta rutin melakukan penggantian impeller water pump (karet pompa) secara berkala setiap 200 jam atau 12 bulan.
📌 Ganti thermostat setiap 5 tahun (untuk mesin yang rutin di flushing) atau setiap 2 tahun (jika mesin jarang/tidak pernah di flushing).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar